Sejak awal kemunculannya, prosesor Intel Celeron selalu dipandang sebagai prosesor murah yang kurang bertenaga dibanding ‘kakak’-nya, prosesor Intel Pentium.
Hal ini tentunya tidak 100% benar, karena ada beberapa kasus yang membuktikan bahwa performa mereka juga bisa bersaing dengan prosesor teratas, sebut saja Celeron 300A yang bisa dioverclock dengan cukup mudah ke 450Mhz, dan performanya saat dioverclock bahkan mengalahkan Pentium II 450Mhz yang berharga jauh lebih mahal. Ada juga Celeron E1200, prosesor dual-core yang sangat terjangkau pada masanya, namun berbasis core Allendale dari Core 2 Duo series, sehingga memiliki performa yang lumayan baik.

Sayangnya, ‘Stigma’ pada Celeron tidak hilang hingga sekarang, dimana kami seringkali menjumpai banyak pengguna PC yang selalu menghindari prosesor Celeron, karena dianggap mempunyai performa rendah. Benarkah demikian?

Intel Celeron 877 – Closer Look

Baru-baru ini, kami menjumpai cukup banyak notebook ekonomis yang menggunakan prosesor berbasis Intel Celeron dan Pentium irit daya dengan TDP 17 Watt, salah satunya adalah prosesor Intel Celeron 877. Hal ini cukup menarik perhatian kami karena berbagai notebook ekonomis berbasis prosesor ini biasanya dihargai di kisaran 3(tiga) juta-an rupiah.
Lalu, apa istimewanya prosesor ini? Mari kita lihat lebih dekat!

Sekilas, prosesor Dual-Core tanpa Hyperthreading dengan clock 1.4 Ghz dan L3 Cache sebesar 2MB ini terlihat biasa saja dibandingkan dengan  prosesor kelas diatasnya (misal Core i3-2310M, 2 Core / 4 thread dengan clock 2.1Ghz). Namun perlu diingat, prosesor Celeron ini dibuat berbasiskan arsitektur Sandy Bridge, mirip dengan Celeron B 815 yang pernah kami uji sebelumnya disini.
Berikutnya, seperti prosesor berbasis Sandy Bridge yang lain, prosesor Celeron 877 ini juga dilengkapi dengan GPU terintegrasi (Integrated Graphics / IGP) yang dinamakan Intel HD Graphics.

Sekali lagi, IGP yang tertanam di prosesor Celeron 877 ini spesifikasinya mirip dengan IGP yang terdapat pada Celeron B 815, mereka sama-sama memiliki 6(enam) buah Execution Unit(EU), namun berjalan pada clock yang berbeda. Clock IGP dari Celeron B 815 berjalan pada 650 Mhz – 1.05Ghz (Base Clock – Turbo Clock), sedangkan IGP pada Celeron 877 memiliki Base clock 350Mhz, dan Turbo Clock 1Ghz.
Berikut perbandingan spesifikasi Core i3-2310M, Celeron B 815, dan Celeron 877 :

Perbedaan spesifikasi yang tidak terlalu jauh dengan Celeron B 815 tentunya membuat kami cukup penasaran : Apakah Celeron 877 ini masih cukup bertenaga untuk menjalankan game 3D ringan? Ternyata YA! Pengujian kami yang sebelumnya menunjukan bahwa Celeron 877 mampu memainkan game PES 2013 Demo di  50 FPS(Frame per Second) , dengan Detail Medium pada resolusi 1366 x 768.
Melihat hasil ini, kami sungguh tertarik untuk mencoba berbagai macam game untuk dijalankan pada Intel Celeron 877 dan IGPnya. Mari simak bersama!

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2012 My Katsu / Template by : Urang-kurai